Semua yg antri kaget mendengar, ternyata pendeta yang memberikan kotbah via telp, karena dia lari dari kampung, karena perbedaan pendapat saat pemilihan ephorus ( pemimpin Pusat gereja). Pendeta ini lari ke jawa, tapi untuk tahun baru, dia suruh keluarganya berkumpul dirumahnya dan memberi corong besar dekat telpon, biar semua orang sekampung bisa mendengar.
Pendeta itu ternyata tetangga sekampung dengan Rismon dimana ibunya asyik menunggu telpon dari anaknya. Rismon pulang, merasa malu, karena pendeta itu dia kenal, hatinya kesal, dia pulang , orang yang antri, tidak ada yang marah waktu itu, mereka hanya tertawa. "mungkin dia sudah gila berkotbah via telp publik" kata mereka.
Tahun baru sudah menanti, kita saling memaafkan katanya. Kotbah pendeta makin seru, seperti di gereja, dia buka pintu karena dia kepanasan .Yang antri jadinya pulang semua, pendeta sadar, dia malu sendiri, dia tutup telp, malam tahun baru jadi sepi, seperti hatinya, hidup sebatang kara, jauh dari sanak saudara. Dulu dia seperti dewa, karena pendeta dianggap wakil Tuhan yang dilihat oleh penduduk desa ?. Ini terjadi 20 tahun yang lalu, tidak seperti sekarang semua punya Hp.Fin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar